Jejakinvestigasi.id | Subang - Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Aroma tak sedap cukup menyengat dan sangat menganggu, dikeluhkan oleh masyarakat sekitar lokasi, Khususnya warga RT 36/09 kelurahan karang anyar dan para pedagang pasar panjang, serta Warga kelurahan cigadung dan karang anyar, kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat."."Selasa (09/05/2023)
Pedagang sayuran dipasar panjang
hj wiwin saat dikonfirmasi awak media menjelaskan dirinya dan warga sekitar lokasi selama ada TPS disini tepatnya dibelakang jongko merasa tidak nyaman selain bau yang menyengat juga mengundang banyak lalat, kadang sering merasa mual mual kalo mencium bau sampah dibelakang kadang kalo lagi makan juga suka ga napsu ya gimana mau selera makan sedangkan wanginya pasakan kalah sama bau sampah."Tuturnya
Baca Juga : PT Bintang Diduga Belum Memiliki Ijin Terkait Alih Pungsi Kebun Teh Menjadi Kebun Kentang
"Menambahkan bukan saya saja yang merasa ga nyaman semua pedagang pasar panjang juga sama tolong kepada bupati subang untuk mengepaluasi TPS dipasar panjang dikarenakan selain TPS tersebut berada dikawasa pasar juga berada dilingkungan padat penduduk kalo dibiarkan terus seperti ini bisa bisa kita para pedagang mati karena limbah sampah berarti sama saja pemerintah membunuh warganya
Dulu sebelum ada TPS disini kami merasa nyaman berjualan disini dan ga pernah yang namanya bau sampah apalagi dikala musim hujan datang waduhh bau nya bukan main coba saja bapa datang kesini pas turun hujan liat air hujan bercampur air dari sampah turun ke jalan permintaan saya mah pedagang ingin nyaman dan ga bau sampah ucap hj wiwin salah satu pedagang pasar panjang kepada awak media
Baca Juga : Miris..! Wanita Hamil 9 Bulan Diduga Tidak Dilayani Pihak RSUD Subang Akhirnya Meninggal
Ditempat yang berbeda tim jejakinvestigasi berhasil mengunjungi ketua RT 36 kelurahan karang anyar dikediaman nya dengan terjadinya tumpukan sampah seperti gunung dirinya
merasa kecewa terhadap kinerja dinas lingkungan kabupaten subang kenapa bisa sampai seperti ini padahal hampir setiap hari saya melaporkan kepada pak kadis lingkungan hidup dan pa irwan kabid sampah agar tumpukan sampah segera diangkut
Padahal dulu perjanjian antara dinas lingkungan hidup dengan warga bahwa Ini bukan tempat pembuangan sampah akan tetapi tempat penyimpanan sampah sementara yang artinya sampah dari pedagang dan dikedua kelurahan yaitu cigadung dan karang anyar ditampung disini lalu diangkut oleh dinas nyatanya tidak demkian justru sampah sering menumpuk dan mengundang bau apalagi pas musim hujan turun air yang bersumber dari sampah terbawa oleh air hujan menggenangi pemukiman warga karena lokasi tempat sampah diatas pemukiman warga otomatis air akan turun ke dataran yang rendah ucap ketua RT 36 kepada awak media jejak investigasi
Baca Juga : Saat Hujan Turun Warga Desa Curug Rendeng Subang Kembali diterjang Banjir Lumpur, Warga Minta Pihak terkait Segera Turun Tangan
Masih menurut ketua RT 36/09 dulu dalam perjanjian bahwa dinas akan membuatkan saluran irigasi dengan harapan agar air dari sampah tidak masuk ke pemukiman warga dan akan membuat tempat pembakaran sampah namun sekarang sudah beberapa bulan TPS pasar panjang dibuat rencana tersebut belum juga direalisasikan dalam hal ini yang menjadi korban akibat sampah yang mengotori lingkungan kami.saya memohon kepada pemerintah agar segera menangani permasalahan ini secepatnya dan berikan rasa nyama kepada warga sekalipun rumahnya berdekatan dengan TPS
Sedangkan menurut H oom abdulrohman ketua DPC partai PPP kab subang mengatakan kepada awak media jejakinvestigasi saat dihubungi melalui via telpon seharusnya pemerintah kabupaten subang mengevaluasi kembali tentang pembuatan TPS pasar panjang kan itu kawasan padat penduduk ditambah lagi ada pasar yang menjadi tempat jual beli yang namanya pasar pasti dikunjungi banyak orang saya khawatir warga setempat terkena penyakit akibat wabah sampah tersebut.
"Terjadinya tumpukan sampah sebetulnya apa.penyabab nya apakah mobil angkutan sampahnya yang kurang atau SDM nya yang kurang atau memang kinerja pegawai nya yang lalai kejadian ini harus jadi perhatian khusus oleh pemerintah jangan dianggap sepele ingat ini menyangkut kenyamanan hajat banyak manusia karena lokasi TPS yang berada dipemukiman padat penduduk ingat loh ini bukan masalah sepele tapi ini masalah serius harapan saya bupati dapat mengjaji lagi tentang lokasi TPS tersebut kalo bisa ditutup mending tutup saja TPS nya.***
Liputan:
Kepala Biro Subang
(Novian Maulana/Obet)










