Jejakinvestigasi.id | Majalengka – Menindaklanjuti surat Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Nomor 1138/AR.04.02.02/PEREK tanggal 11 Desember 2023, perihal Resume Persiapan Pelaksanaan Panen Cabai Serentak, Gelar Pangan Murah (GPM), dan Kunjungan Pasar, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majalengka menghadiri pelaksanaan Panen Cabai di Desa Pakubeureum pada Rabu (20/12/2023).
Setelah melaksanakan panen cabai di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, Sekda bersama tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majalengka juga melakukan monitoring di Pasar Kadipaten untuk memantau stabilisasi harga-harga kebutuhan pokok masyarakat, seperti daging dan sayuran. Langkah ini diambil sebagai upaya pengendalian laju inflasi menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru tahun 2023.
Dalam keterangannya, Sekda Kabupaten Majalengka, Drs. H. Eman Suherman, M.M., yang juga Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majalengka, menyampaikan bahwa kegiatan panen cabai perdana di salah seorang petani cabai di Desa Pakubeureum merupakan langkah peninjauan terhadap kualitas panen yang dihasilkan dan ketersediaan stok cabe di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, kita bersama telah melaksanakan panen cabai dengan kualitas yang luar biasa baik. Meskipun menghadapi situasi musim kemarau yang berkepanjangan selama setahun terakhir, di sini tidak mengalami kekurangan stok air sehingga panen yang dihasilkan sangat baik. Selain itu, kami juga memonitor harga cabe yang sempat naik beberapa bulan belakangan, namun untuk saat ini harga cabe sudah mulai normal kembali,” ucap Sekda.
“Dengan panen cabe ini, diharapkan dapat memenuhi stok cabe di wilayah Kabupaten Majalengka yang merupakan salah satu komoditi penting di pasar. Dengan harga cabe yang mulai stabil, terutama menjelang NATARU, kami berharap harga kebutuhan pokok dapat terjaga dan tidak mengalami kenaikan, sehingga masyarakat tidak merasa kesulitan dalam berbelanja kebutuhan pokok di pasar,” ungkapnya.
Lebih lanjut, hasil monitoring harga-harga kebutuhan pokok di Pasar Kadipaten oleh Sekda sebagai Ketua TPID Kabupaten Majalengka menunjukkan bahwa harga daging dan sayuran masih terkendali. Artinya, tidak terjadi kelonjakan harga kebutuhan pokok. Sementara itu, stok pangan di Kabupaten Majalengka menjelang NATARU dipastikan aman, ditandai dengan surplusnya stok beras dan hasil pertanian lainnya, seperti cabai.
“Dengan tercukupinya stok kebutuhan pokok yang mudah didapatkan, hal ini berdampak pada stabilnya harga-harga kebutuhan pokok di pasar dan tidak mengalami kenaikan. Hal ini membahagiakan bagi kami sebagai Ketua TPID Kabupaten Majalengka, karena stok kebutuhan pokok terjamin dan harga-harga stabil menjelang NATARU, sehingga tidak perlu ada kekhawatiran bagi masyarakat Majalengka terhadap kebutuhan pokok di pasaran,” pungkas Sekda.**
Liputan.
(Cipto Suripto/biro Majalengka)
Editor. (Yh)











