-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemerintah telah menyalurkan Pengelolaan Dana Desa Sebesar Rp400,1 Triliun Selama 7 tahun

Selasa, Januari 11, 2022 | Januari 11, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-01-11T09:24:33Z
Jejakinvestigasi.id | Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin, 20 Desember 2021 mewanti-wanti pihak terkait dalam menangani pengelolaan dana desa yang telah dikucurkan oleh pemerintah pusat.

Pada sambutan itu, Presiden Jokowi mengingatkan agar pengelolaan dana desa yang sudah digelontorkan pemerintah pusat dalam 7 tahun terakhir, yakni sebesar Rp400,1 triliun itu dapat digunakan secara hati-hati.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi pada saat memberikan sambutan peluncuran Sertifikat Badan Hukum Usaha Milik Desa (BUM Desa) dan pembukaan Rapat Koordinasi Nasional BUM Desa tahun 2021.

"Hati-hati pengelolaan dana desa yang jumlahnya tidak sedikit, jumlahnya sangat besar sekali, sekali lagi Rp400,1 triliun, gede sekali. Begitu salah sasaran, begitu tata kelola tidak baik, bisa lari ke mana-mana, ini perlu saya ingatkan," kata Presiden Jokowi, Senin, dikutip Pikiran-Rakyat.com dari Antara.

"Saya ingatkan bahwa penyaluran dana desa sejak tahun 2015 sampai saat ini kita sudah menyalurkan Rp400,1 triliun. Kok pada diem? Kaget?" sambungnya.

Terkait penyaluran dana desa Rp400,1 triliun selama tujuh tahun itu, Jokowi pun kemudian merincikannya.

"Pada 2015 sebesar Rp20,8 triliun, di 2016 sebanyak Rp46,7 triliun, pada 2017 senilai Rp58,9 triliun, lalu pada 2018 sebesar Rp59,8 triliun, di 2019 sebanyak Rp69,8 triliun, kemudian 2020 sejumlah Rp71,1 triliun, dan terakhir pada 2021 senilai Rp72 triliun," paparnya.

Lebih lanjut, Jokowi menyatakan bahwa jika melihat Aggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) desa juga mengalami peningkatan yang drastis.

Pada 2014 itu rata-rata Rp329 juta, pada 2015 sudah naik jadi Rp701 juta, dan pada 2021 menjadi Rp1,6 miliar," ujarnya.

Diungkapkan Jokowi bahwa sejak 2014 pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan pembangunan dari pinggiran dan perbatasan.

"Membangun dari desa bukan Jawa-sentris tapi Indonesia-sentris, yang kita bangun bukan hanya yang gede-gede saja, yang besar-besar saja, jalan tol misalnya, pelabuhan, atau airport atau bandara. Bukan itu saja, tapi juga jalan-jalan di kampung, jalan-jalan di desa, embung-embung di desa dan memperbaiki pasar-pasar rakyat yang ada di desa-desa," imbuhnya.

Kemudian, berdasarkan data yang ia miliki tersebut, Jokowi menyatakan bahwa dana desa pun telah menunjukkan pembangunan fisik desa.

Contohnya ada jalan desa yang sudah dibangun sepanjang 227 kilometer, embung-embung kecil sebanyak 4.500 unit, irigasi sebanyak 71 ribu unit, jembatan sepanjang 1,3 juta meter, pasar desa sebanyak 10.300 unit, BumDes juga telah mencapai 57.200 unit.

Tidak ketinggalan, pembangunan untuk kualitas hidup masyarakat di desa seperti peningkatan kualitas hidup air bersih sepanjang 1,2 juta kilometer, pembangunan posyandu sebanyak 38 ribu unit, polindes sebesar 12 ribu unit, drainase sepanjangn 38 juta meter, sumur sebanyak 5.900 unit, dan pembangunan tambahan PADU sebanyak 56 ribu unit.

"Fasilitas olahraga, MCK semua dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat desa terbangun dan yang sangat drastis adalah kenaikan dari BumDes, naik 600 persen tepatnya 600,6 persen dari 2018 sebanyak 8.100 unit melompat menjadi 57.200 BUmDes," ungkapnya.***


×
Berita Terbaru Update