Majalengka - jejakinvestigasi.id Berkemah dalam Pramuka bukan sekadar kegiatan tidur di tenda atau rekreasi di alam terbuka. Berkemah merupakan metode pendidikan yang memberi pengalaman langsung kepada peserta untuk belajar mandiri, bekerja sama, memimpin, mengambil keputusan, sekaligus membangun kepedulian terhadap alam.
Gerakan Pramuka Pangkalan Madrasah Aliyah Daarurrahman Ambalan Ibnu Sina - Siti Julaeha Gugus Depan Majalengka 20.06 - 20.062 mengadakan kegiatan perkemahan pengukuhan calon penegak dan calon penegak Bantara: Menjadikan Pramuka yang Mandiri, Kreatif dan Inovatif. Pelaksanaannya pada tanggal 25 - 27 September 2026 bertempat di Bumi Perkemahan BCA Baligo Padaherang Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka.
Berkemah adalah laboratorium kehidupan bagi anggota Pramuka. Di dalamnya terdapat pendidikan kemandirian, kepemimpinan, disiplin, gotong royong, tanggung jawab, kepedulian lingkungan, dan keterampilan hidup.
Karena itu, keberhasilan perkemahan bukan diukur dari megahnya tenda atau banyaknya acara, tetapi dari perubahan sikap peserta setelah kembali: apakah menjadi lebih mandiri, disiplin, peduli, mampu bekerja sama, dan bertanggung jawab.
Ketua pelaksana kegiatan, Nono Suarsono, S.Pd.I menegaskan bahwa fungsi Berkemah dalam Pramuka adalah sebagai media pendidikan luar ruang, dimana proses belajar dilakukan melalui pengalaman nyata di alam, sehingga peserta tidak hanya menerima teori, tetapi langsung mempraktikkannya.
"Selain itu, membentuk karakter dan disiplin, yang mana kegiatan berkemah melatih kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, ketekunan, serta kepatuhan terhadap aturan dan kesepakatan kelompok", ungkap Nono Suarsono, S.Pd.I
Nono menjelaskan, dalam mengamalkan Satya dan Darma Pramuka ini, maka
nilai-nilai Pramuka tidak berhenti sebagai hafalan. Melalui kegiatan di lapangan, peserta belajar menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara, Ka Mabigus MA Daarurrahman, Herna Hernawan, S. Pd.I., M.Pd. menambahkan bahwa dengan kegiatan kemah ini adalah membangun kebersamaan dan solidaritas, dimana anak-anak mendirikan tenda, memasak, menjaga kebersihan, mengikuti kegiatan regu, hingga menghadapi kesulitan dilakukan secara bersama-sama.
Dan juga mendekatkan peserta dengan alam, dimana dengan berkemah secara tidak langsung memberikan pengalaman langsung mengenai lingkungan dan menumbuhkan kesadaran bahwa alam harus dijaga, bukan dieksploitasi secara sembarangan.
Kegiatan inipun dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan Daarurrahman Cigayam, Aceng Syamsul Hadie, S.Sos., MM dan berharap agar semua bentuk kegiatan dapat bermanfaat bagi peserta anak didik.
Antara lain; melatih kemandirian, karena peserta belajar mengurus kebutuhan pribadi dan perlengkapannya sendiri. Dan juga mengembangkan kepemimpinan, melalui pembagian tugas, pengambilan keputusan, dan tanggung jawab dalam regu. Serta mudah-mudahan dapat meningkatkan kemampuan bekerja sama, karena keberhasilan kegiatan sangat bergantung pada kekompakan kelompok.
Ditempat terpisah, Ketua Dewan Pembina Yayasan Daarurrahman Cigayam, M. Idris Hady, SE memberi pesan melalui seluler bahwa dengan kegiatan perkemahan ini akan tercipta keakraban dan persaudaraan antar pengurus yayasan, dewan guru dan anak didik.
Khususnya untuk anak didik, agar membangun keberanian dan ketahanan mental, karena peserta belajar menghadapi kondisi baru dengan tetap tenang dan bertanggung jawab.
Memperkuat hubungan sosial, baik antarpeserta maupun antara peserta dengan pembina.[]
Sumber: ASH
Editor: Tim Redaksi












