-->

Notification

×

Iklan

Iklan

TANGGAPAN RESMI RS SUMBER WARAS: KASUS TAMPAR DOKTER SEDANG DIVERIFIKASI, BELUM ADA KESIMPULAN AKHIR

Jumat, September 18, 2026 | September 18, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-09-18T09:09:21Z

 

 


CIREBON || Jejakinvestigasi.id — Menyusul pemberitaan terkait dugaan kekerasan fisik berupa penamparan yang dilakukan oknum dokter bedah terhadap perawat bayi di RS Sumber Waras, manajemen rumah sakit akhirnya merespons surat konfirmasi redaksi. Dalam jawaban resmi bernomor 253/UMCC-HHD/IX/2026 tertanggal 14 September 2026 dan ditandatangani Direktur RS, dr. Ahmad Qoyyim, M.A., ditegaskan kasus kini sedang dalam penanganan internal.

 

PROSES PENYELIDIKAN BERJALAN, BELUM ADA PUTUSAN

Pihak rumah sakit membenarkan telah menerima laporan dugaan kejadian tersebut dan sedang menjalani verifikasi menyeluruh sesuai mekanisme, tata kelola profesi, serta aturan ketenagakerjaan yang berlaku.

 

“Kami belum dapat menyampaikan kesimpulan akhir terkait kebenaran laporan, pihak yang bersalah, maupun bentuk sanksi, karena pemeriksaan masih berlangsung,” bunyi poin resmi rumah sakit.

 

Surat Balasan Konfirmasi Manajemen RS.Sumber waras (Doc.Red)


ALASAN KERAHASIAAN TOLAK DATA CCTV & IDENTITAS

Permintaan awak media terhadap bukti rekaman CCTV, data medis, serta identitas korban dan saksi tidak dapat dipenuhi saat ini. Manajemen beralih pada perlindungan data pribadi, kerahasiaan, serta hak dan kewajiban hukum yang berlaku bagi seluruh karyawan.

 

KOMITMEN TIDAK BERPIHAK & JAMINAN KESELAMATAN

Pihak rumah sakit menegaskan prinsip: “Setiap laporan akan ditangani secara objektif, profesional, tanpa memandang jabatan maupun status pelaku maupun korban.” RS juga menjamin akan terus menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan kerja bagi seluruh tenaga kesehatan.

 


MEDIA DIMINTA TETAP PADA ASAS PRADUGA TAK BERSALAH

Dalam jawabannya, RS mengimbau awak media menjaga akurasi dan keseimbangan berita serta tidak mendahului hasil pemeriksaan. “Informasi resmi baru akan disampaikan publik apabila proses verifikasi tuntas dan sah secara hukum,” tambahnya.

 

Redaksi Jejakinvestigasi.id mencatat tanggapan ini sebagai langkah awal, namun akan terus memantau ketuntasan proses investigasi internal dan transparansi hasil akhir agar tidak tertutup rapat. Kasus kekerasan di tempat kerja, apalagi di institusi kesehatan, harus terang benderang dan tidak boleh dibiarkan mengendap begitu saja.



(Tim Red)

×
Berita Terbaru Update