CIREBON // Jejakinvestigasi.id - Pembangunan Padepokan Religie Batu Bleneng yang digagas oleh Hasan Bisri, warga Blok Kalimati, Desa Walahar, Kecamatan Gempol, Kabupaten Cirebon, kini diperkirakan baru mencapai tahap 30 persen. Namun alih-alih menunda kegiatan keagamaan, justru di tengah keterbatasan fisik bangunan, semangat kerohanian masyarakat terus tumbuh dan berkah.
Padepokan yang masih dalam tahap pembangunan itu kembali menjadi pusat keramaian. Hasan Bisri bersama warga setempat rutin menggelar kegiatan yasinan, marhabanan, dan pengajian rutin setiap pekan. Kegiatan yang semula diharapkan diikuti warga sekitar, kini justru dipadati jamaah yang berbondong-bondong datang dari berbagai penjuru. Jumat Malam, 14 Agustus 2026,
Klik Juga Video Dibawah ini:
“Alhamdulillah, masyarakat berbondong-bondong menghadiri acara tersebut. Bukan hanya warga Desa Walahar saja, bahkan banyak yang datang dari luar desa — seperti dari Panjalin, Prapatan, hingga dari wilayah Kecamatan Sumberjaya, Kabupaten Majalengka,” ungkap Hasan Bisri di lokasi padepokan.
Kehadiran jamaah yang terus bertambah menunjukkan bahwa nilai spiritual dan keberkahan yang dirasakan masyarakat jauh melampaui ketidaksempurnaan bangunan fisik yang belum selesai.
Salah seorang jamaah yang datang dari Desa Gempol bernama Tarman menyampaikan kesan mendalamnya. “Ini baru pertama kali saya ikut yasinan di Padepokan Religie Batu Bleneng. Dan alhamdulillah, sekaligus saya dapat melihat langsung Batu Bleneng dari dekat. Sungguh luar biasa keberkahan yang terasa di tempat ini,” pungkas Tarman dengan penuh kekaguman.
Di tengah pembangunan yang belum tuntas, Hasan Bisri membuktikan bahwa semangat beribadah dan mempererat tali persaudaraan tidak boleh menunggu bangunan selesai. Padepokan yang dibangun dengan dana pribadi miliaran rupah ini bukan sekadar bangunan fisik, melainkan niat tulus menghidupkan lingkungan dan menjaga warisan leluhur dalam bingkai keimanan.
Semoga keberkahan Batu Bleneng senantiasa menyertai setiap langkah pembangunan dan setiap jamaah yang hadir mencari berkah di tempat yang mulia ini.**
Jurnalis: Taufik Gunawan











