Notification

×

Iklan

Iklan

Kejaksaan Negri Tidak akan berkomentar Terkait Dugaan Kasus DBHCT Yang Sedang Ditanganinya

Rabu, Agustus 23, 2023 | Agustus 23, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-08-23T10:55:38Z
Jejakinvestigasi.id | Subang - Paguyuban Sundawani  Wirabuana mendatangi lagi kantor kejaksaan negri subang seolah olah tidak bosen yosef ketua sundawani terus terusan mendemo kantor pemerintahan kabupaten subang dan kejaksaan negri subang hal itu dikarenakan dirinya peduli terhadap pemerintahan akan kemajuan kabupaten subang dari segi pembangunan.kesehatan dan pendidikan hari ini paguyuban sundawani demo di kantor BP4D lanjut ke gedung DPRD dan kejaksaan negri subang."Rabu (23/08/ 2023).

Terkait isu yang berkembang dimasyarakat bahwa adanya pelaporan ke kejari tentang anggaran Refleksi 5 taun jimat dari elemen masyarakat subang dan sempat muncul di akun twiter resmi milik kejaksaan terpampang beberapa pejabat subang sedang diperiksa kejaksaan negri dugaan kasus dana bagi hasil cukai tembako (DBHCT) namun setelah berita terkait pemanggilan pejabat subang viral dimedia online tiba tiba kejaksaan menghapus poto tersebut ada apa dengan kejari subang seolah olah ada yang disembunyikan ucap yosef,

Masih menurut yosef ketua paguyuban sundawani wirabuana bahwa dirinya tidak merasa puas saat menggelar aksi demo dikantor BP4D karena yang memberikan jawaban terkait anggaran Refleksi bukan dari kepala BP4D melainkan staf nya dan rona kepala dinas kesbangpol menjelaskan kepada kami bahwa anggaran untuk refleksi pariatip ada yang 100 juta sampai 200 juta per kecamatan

Demo kami lanjut ke gedung DPRD disana kita diterima oleh komisi satu sayang saat kami tanya berapa anggaran refleksi anggota dewan tersebut tidak mengetahui secara detailnya akhirnya datanglah dari bagian anggaran dewa (banggar ) menjelaskan untuk kegiatan refleksi kita sudah sepakati dan kita sah kan per kegiatan diangka 85 juta kesempakatan itu kita sudah rapatkan .menurut yosef mana yang benar tadi menurut BP4D 100 juta sampai 200 juta sekarang kata banggar 85 juta. 

Tak puas sampai di pemda dan dewan yosef pun beralih ke kantor kejaksaan negri subang dalam aksinya dirinya mempertanyakan kepada kejari subang yang diwakili oleh adi sugiarto kasi intel kejari kenapa poto pemeriksaan pejabat terkait dugaan kasus DBHCT dihapus??sudah sejauh mana pemriksaan kasus tersebut??dijelaskan oleh adi sugiarto terkait poto yang kami hapus maaf itu ada kesalahan dari pihak redaksi namun terkait penanganan kasus yang sedang kita selidiki termasuk DBHCT maaf belum bisa saya sampaikan ke publik karena itu sipatnya rahasia dan dilindungi undang undang nanti ada saat nya kami akan buka ke publik ucap adi sugiarto dihadapan para pendemo namun untuk kegiatan refleksi dirinya pernah mengikuti kegiatan tersebut dan apabila ada masalah hukum ada kemungkinan akan kami periksa juga cuma saat ini kami dari jajaran kejaksaan akan terus memantau sejauh mana kegiatan refleksi tersebut.**


Liputan:
(Novian Maulana/Obet)
×
Berita Terbaru Update