![]() |
| Iwan Gunawan atau yang akrab disapa Kang Papau selaku Pimpinan Yayasan Pancar Kalijati Nusantara. (Doc.Photo Red) |
MAJALENGKA // Jejakinvestigasi.id — Kepedulian terhadap warga binaan dan keluarganya di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Majalengka terus mengalir. Kali ini kunjungan kerja Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Suherman, disambut apresiasi tinggi oleh Iwan Gunawan — atau yang akrab disapa Kang Papau — selaku Pimpinan Yayasan Pancar Kalijati Nusantara. Yayasan yang menjalin kerja sama dengan Lapas Majalengka di bidang pendidikan melalui PKBM Darma Wangsa Nusantara, serta bidang sosial dan pembinaan warga binaan beserta keluarganya ini menyambut baik langkah tersebut.
"Saya sangat bersyukur dan mengapresiasi kunjungan Ibu Ketua PKK Kabupaten Majalengka. Terima kasih atas kepeduliannya. Alhamdulillah, kini semakin banyak pihak yang peduli kepada warga binaan — terbukti dari rangkaian kunjungan Anggota DPR RI, Anggota DPRD, dan kini istri Bupati juga berkunjung ke sini," ungkap Iwan Gunawan, Jumat (21/08/2026).
![]() |
| kunjungan Ibu Ketua PKK Kabupaten Majalengka.(Doc.Photo Red) |
Kunjungan ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan melahirkan program nyata dan berkelanjutan. "Kami berharap dari kunjungan-kunjungan ini lahir program yang nyata dan berkelanjutan untuk membantu warga binaan, serta lebih memperhatikan keluarga mereka yang umumnya berada dalam kesulitan ekonomi. Tidak hanya itu, pembinaan mental pun sangat diperlukan karena keluarga warga binaan kerap mengalami tekanan batin, ketakutan, serta rasa malu di tengah masyarakat," tambahnya.
Pihak Yayasan kini juga tengah memperkuat pembinaan sekaligus menjajaki kerja sama dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Wilayah III Cirebon khususnya wilayah Majalengka.
TEGAS TENTANG PENEGAKAN HUKUM: HARUS BERKEADILAN, TIDAK SEBAGAI ALAT PENINDAKAN SEMATA
Lebih lanjut, Iwan Gunawan menegaskan alasan mendasar mengapa pihaknya terus mendesak audiensi dengan Kapolres, Kepala Kejaksaan Negeri, Bupati beserta jajarannya. Inti tujuannya adalah satu: mendorong penegakan hukum yang benar, adil, dan berkeadilan.
"Kami menemukan banyak kasus yang tidak ditangani secara proporsional. Ambil contoh kasus pencurian beras yang dilakukan sepasang suami istri — anak-anak mereka masih kecil, mereka hidup dalam kemiskinan ekstrem. Mereka mengambil beras karena lapar, bukan karena keserakahan. Ini sangat berbeda dengan pelaku korupsi yang mengambil uang rakyat miliaran rupiah demi kekayaan pribadi," tegas Iwan dengan nada lantang.
Ia membandingkan ketimpangan penindakan yang terasa tidak seimbang: "Mereka yang lapar mengambil beras dipenjara, sementara yang korupsi berskala besar justru masih menikmati kemewahan. Ini yang membuat kami prihatin dan sekaligus marah."
USULAN KAMAR TAFAKUR: AGAR PEJABAT BISA MERENUNG DAN MENJALANKAN JABATAN UNTUK KEBAIKAN BANGSA
Iwan juga kembali menyampaikan gagasan agar di lingkungan Lapas Majalengka disediakan Kamar Tafakur yang dapat digunakan oleh para pejabat. Tujuannya bukan untuk hal lain, melainkan sebagai tempat merenung sejenak: "Agar para pejabat dapat merenungkan kembali, apakah jabatan yang diemban sudah digunakan sebaik-baiknya untuk kemaslahatan masyarakat luas."
KRITIK DIBERIKAN BUKAN KARENA BENCI, TAPI KARENA CINTA NEGARA
Di akhir pernyataannya, Iwan Gunawan menegaskan posisi pihaknya yang senantiasa kritis namun tetap konstruktif.
"Kami selalu tegas dalam mengadvokasi masyarakat dan mendorong penegakan hukum yang benar, serta mendorong para pejabat, lembaga, dan badan publik bekerja dengan baik. Bukan karena kami membenci negara ini, melainkan karena kami mencintai negara ini. Kami mengkritik sekaligus siap memberikan solusi. Kami siap bekerja bersama demi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan negara — bukan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu."
Redaksi akan terus memantau kelanjutan kerja sama dan langkah konkret yang diambil lembaga terkait.
Jurnalis: Yudi Hidayat












