Bekasi,jurnal investigasi.com
- Pembangunan proyek jembatan H. Namah rt 002/001, Desa Sukarapi Kecamatan Tambelang Kabupaten Bekasi terkesan tidak transparan dan asal asalan.Pada saat wartawan awak media ini menyambangi lokasi proyek jembatan, terkesan tidak memenuhi standar spek dan tidak ada salah satu pun pengawas di tempat.
Diduga pembangunan proyak jembatan H. Namah tersebut asal asalan dengan bahan yang tidak standar spek seperti besi dan batu kali yang bekas masih dipakai. Sedangkan proyek yang diduga bernilai ratusan juta rupiah tersebut tidak ada yang memantau dilapangan seperti pengawas pekerja.
Sejatinya bahan yang di pakai di proyek tidaklah layak untuk dipakai lagi seperti batu kali yang sudah bekas bongkaran dan besi behel yang tidak standar spek.
Sedangkan jembatan tersebut sering kali dilintasi pengendara roda 4( empat ) dan roda 2 ( dua) untuk dilalui masyakat banyak sedangkan bahan bangunan tidaklah pantas untuk dipakai.
Sementara pada proyek pembangunan jembatan H. Namah rt 002/001 desa sukarapih yang besumber dari dana APBD Kabupaten Bekasi Tahun Anggaran 2021 yang dikerjakan oleh CV Sumber Piranti Jaya.
Pada saat awak media ini memantau ke lokasi pekerjaan baru tahap pemasangan pondasi dan galian.
"Sekitar satu mingguan pekerjaan dimulai di kerjakan," kata salah satu pekerja di lokasi proyek.
Sementara itu, Anggota Dewan komisi 1 DPRD Kabupaten Bekasi, Budiono SE, dari fraksi Perindo. saat dikonfirmasi meminta pihak terkait untuk benar-benar sesuai ketentuan pada pekerjaan tersebut, serta pihaknya juga akan mengawasi proyek tersebut karena anggaran yang sangat besar sekitar ratusan juta rupiah.
"Pelaksanaan nya harus sesuai ketentuan, termasuk persiapan direksi kit, dan pekerjaan persiapan termasuk pemasangan papan keterangan pekerjaan harus lengkap," dan dari bahan bahan bangunan nya pun harus mengikuti standar spek. ungkap nya".
(Harits/Ermanto)












