Notification

×

Iklan

Iklan

Gubernur Dedi Mulyadi Pimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Polda Jabar, Bacakan Amanat Presiden Prabowo

Rabu, Juli 01, 2026 | Juli 01, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-07-01T11:27:29Z




Jejakinvestigasi.id || Bandung – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-80 Tahun 2026 di lingkungan Polda Jawa Barat berlangsung khidmat dan penuh semangat pengabdian. Upacara yang digelar di Lapangan Mapolda Jawa Barat, Rabu (1/7/2026), dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sebagai Inspektur Upacara.


Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Barat, jajaran Pejabat Utama Polda Jabar, TNI, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta para undangan lainnya.


Dalam kesempatan itu, Gubernur Dedi Mulyadi membacakan amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat.”



Presiden menegaskan bahwa tema tersebut mencerminkan perjalanan panjang pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia yang bermuara pada satu tujuan utama, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat melalui fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang profesional.


“Seluruh pengabdian Polri harus diarahkan untuk melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” demikian amanat Presiden yang dibacakan Gubernur Dedi Mulyadi.


Presiden juga menyoroti berbagai tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari rivalitas kekuatan besar dunia, perang siber, kejahatan transnasional, hingga ketidakpastian ekonomi global akibat konflik internasional. Kondisi tersebut menuntut Polri untuk terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.


Menurut Presiden, Polri tidak lagi cukup bekerja secara reaktif, melainkan harus mampu bergerak secara prediktif dan adaptif dalam menghadapi berbagai perubahan serta perkembangan ancaman keamanan yang terus berevolusi seiring kemajuan teknologi informasi.


Selain menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Presiden juga mengapresiasi kontribusi Polri dalam mendukung berbagai program strategis nasional. Di antaranya melalui pembangunan 1.119 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis, optimalisasi lahan jagung seluas 651.196 hektare dalam program swasembada pangan nasional, serta penegakan hukum terhadap kejahatan yang merugikan negara seperti narkoba, penyelundupan, dan judi online.


Presiden juga menyampaikan apresiasi atas keterlibatan Polri dalam pembangunan rumah bagi personel dan masyarakat, serta pengamanan berbagai proyek strategis nasional guna menjaga iklim investasi dan hilirisasi industri di Indonesia.


Dalam amanatnya, Presiden Prabowo turut menekankan pentingnya reformasi birokrasi di tubuh Polri, terutama setelah disahkannya Undang-Undang Polri yang baru. Regulasi tersebut diharapkan menjadi momentum bagi institusi kepolisian untuk melakukan pembenahan internal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.


Pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, Presiden memberikan lima arahan utama kepada seluruh jajaran Polri. Pertama, memperkuat reformasi kelembagaan guna mewujudkan institusi yang profesional, transparan, akuntabel, dan berintegritas. Kedua, meningkatkan profesionalisme dalam pelayanan masyarakat dan penegakan hukum berbasis teknologi informasi.


Ketiga, memperkuat kapasitas sumber daya manusia agar mampu menghadapi ancaman multidimensi di era digital. Keempat, meningkatkan fleksibilitas organisasi sehingga mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan strategis. Dan kelima, memperkuat legitimasi institusi Polri melalui peningkatan kepercayaan publik, budaya integritas, serta komunikasi yang efektif dengan masyarakat.


Di akhir amanatnya, Presiden menegaskan bahwa tugas Polri tidak hanya menjaga keamanan dan menegakkan hukum, tetapi juga menjaga kepercayaan publik sebagai modal utama keberlangsungan institusi di negara demokrasi.


“Kepercayaan publik adalah modal paling berharga yang harus dijaga dengan kinerja nyata, bukan retorika semata. Polri harus terus bertransformasi dan hadir sebagai penjaga keadilan yang sesungguhnya,” tegas Presiden.


Peringatan HUT Bhayangkara ke-80 di Polda Jawa Barat menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen seluruh insan Bhayangkara untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.



(Red/yh)


×
Berita Terbaru Update