Notification

×

Iklan

Iklan

Bangunan Pabrik Air Mineral di Pamulihan Sumedang Ambruk Akibat Longsor, Satu Warga Luka Ringan

Senin, Januari 19, 2026 | Januari 19, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-19T07:34:03Z


Jejakinvestigasi.id || Sumedang - Bencana longsor terjadi di Dusun Cigendel, RT 02/08, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Minggu (18/1/2026) malam. Peristiwa tersebut mengakibatkan bangunan pabrik air mineral milik CV Sumber Berkat Anugrah ambruk setelah tertimpa material tanah longsor dan pohon tumbang.


Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika, S.I.K. melalui Kapolsek Pamulihan IPTU Tri Sunu Suparjianto menjelaskan bahwa longsor terjadi sekitar pukul 23.00 WIB dan dipicu oleh intensitas curah hujan yang cukup tinggi sehingga menyebabkan kondisi tanah di sekitar lokasi menjadi labil.


“Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, kejadian tersebut dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah dan longsor di sekitar bangunan,” ujar IPTU Tri Sunu, Senin (19/1/2026).


Ia menambahkan, bangunan pabrik dengan ukuran kurang lebih 18 x 42 meter tersebut tidak mampu menahan tekanan material longsoran sehingga mengalami kerusakan parah hingga ambruk. Saat kejadian, tidak terdapat aktivitas karyawan karena sedang libur.


“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun terdapat satu warga yang mengalami luka ringan berupa terkilir pada bagian kaki kanan dan telah mendapatkan penanganan,” jelasnya.


Berdasarkan keterangan saksi, sebelum kejadian terdengar suara gemuruh disertai pohon tumbang yang menimpa bagian atap bangunan. Tak lama kemudian, tembok samping bangunan jebol akibat tekanan tanah longsoran. Saat terjadi longsor susulan, bangunan pabrik akhirnya roboh.


Petugas Polsek Pamulihan bersama unsur terkait telah mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, pendataan, serta koordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumedang dan pihak PLN guna mengantisipasi dampak lanjutan.


“Personel kami telah berada di lokasi untuk melakukan pengamanan dan berkoordinasi dengan instansi terkait. Pembersihan material akan dilakukan pada pagi hari setelah kondisi dinyatakan aman karena dikhawatirkan masih ada potensi longsor susulan,” tambah IPTU Tri Sunu.


Pembersihan material bangunan dan tanah longsoran direncanakan menggunakan satu unit alat berat berupa ekskavator yang disiapkan oleh pihak perusahaan.


Kapolres Sumedang melalui Kapolsek Pamulihan juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, khususnya yang berada di wilayah rawan longsor, mengingat intensitas hujan yang masih cukup tinggi.


“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan kepada aparat apabila terjadi tanda-tanda pergerakan tanah demi keselamatan bersama,” pungkasnya.



Pewarta.

(Mulyana)

×
Berita Terbaru Update