Notification

×

Iklan

Iklan

Presiden RI Menangis Disambut Ratusan Ribu Warga Saat Tiba di China

Rabu, September 03, 2025 | September 03, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-09-03T11:06:36Z

 


Jejakinvestigasi.id Jakarta - Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada Rabu (3/9/2025). Kunjungan ini dilakukan atas undangan khusus Presiden Xi Jinping, terutama untuk menghadiri parade perayaan 80 tahun berdirinya Republik Rakyat China.


Selain Prabowo, Xi Jinping juga turut mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, serta sejumlah pemimpin negara lainnya. Prabowo tentu saja bukan Presiden Indonesia pertama yang datang ke China.


Jauh sebelumnya pemimpin Indonesia berulangkali mengunjungi Negeri Tirai Bambu. Salah satu paling fenomenal adalah kunjungan Presiden ke-1 RI, Soekarno, yang menangis karena disambut ratusan ribu warga China yang berdiri sepanjang 15 Km di jalanan Beijing. 


Bagaimana kisahnya?

Hitung mundur ke 30 Oktober 1956.  Kala itu, Presiden Soekarno mengunjungi China dalam rangkaian lawatannya ke berbagai negara dunia. Sebelumnya, dia lebih dulu datang ke Amerika Serikat dan Rusia (dulu Uni Soviet).


Hanya saja, kunjungan ke China menjadi yang paling membekas. Sebab, berbeda dengan negara-negara lain yang dikunjunginya, sambutan di Beijing benar-benar istimewa. Begitu pesawatnya mendarat, pemimpin dan pendiri China, Mao Zedong, sudah berdiri di sana bersama PM Zhou Enlai. 


Harian Kedaulatan Rakyat (1 Oktober 1956) mencatat setelah turun dari pesawat, Soekarno disambut barisan kehormatan lengkap dengan lantunan "Indonesia Raya." Suasana berubah haru ketika Bung Karno diberi kesempatan menyampaikan pidato singkat. 


"Saya datang untuk mempererat hubungan dan persaudaraan antara rakyat China dan rakyat Indonesia. Oleh karena di antara rakyat China dan rakyat Indonesia banyak sekali pertemuan cita-cita. Marilah kita berjalan terus bersama-sama mencapai kemerdekaan yang sempurna, mencapai kesejahteraan yang sempurna," ungkap Soekarno.


Pidato itu seolah menjadi pemantik euforia. Mao kemudian mengajak Soekarno menaiki mobil beratap terbuka. Sepanjang perjalanan menuju penginapan, ratusan ribu warga Beijing berbaris di kiri-kanan jalan sepanjang 15 kilometer.  Mereka membawa foto Soekarno, dan poster bertuliskan "Selamat Datang" serta "Merdeka!", sembari meneriakkan kata yang sama. 


Surat kabar Merdeka (1 Desember 1956) menggambarkan suasana begitu riuh. Bahkan, suara pekikan rakyat China membuat orang-orang yang hadir sampai sakit telinga.


Baca artikel CNBC Indonesia "Presiden RI Menangis Disambut Ratusan Ribu Warga Saat Tiba di China.**



×
Berita Terbaru Update