Jejakinvestigasi.id | Makasar - Polda Sulawesi Selatan menetapkan seorang pejabat penting di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar sebagai tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Pelaku berinisial YSF tersebut ditangkap bersama lima tersangka lainnya yakni berinisial BK, WBA, MA, JS dan DB serta dan YSF.
YSF memiliki peran penting dalam kasus perdagangan atau pengiriman Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke luar negeri.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Sulsel, Kombes Jamaluddin Farti tersangka YSF merupakan pegawai Imigrasi Makassar.
Dia memudahkan proses penerbitan paspor yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
"Dia salah satu pelaku yang mempermudah penerbitan paspor yang tidak sesuai semestinya," kata Kombes Jamaluddin Farti, Jumat (16/6) petang.
Mantan Kabid Propam Polda Jawa Tengah itu menerangkan keterlibatan YSF dalam kasus ini bermula dari pengakuan tersangka lainnya.
Saat dilakukan pemeriksaan, pelaku mengaku mendapat passpor dari salah satu pejabat Imigrasi Makassar.
Polda Sulawesi Selatan menetapkan seorang pejabat penting di Kantor Imigrasi Kelas I TPI Makassar sebagai tersangka Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
"Ada yang kami tangkap dan pelaku mengaku mendapat paspor dari sana," tambahnya.
YSF merupakan Kepala Seksi Lalu Lintas Imigrasi Makassar. Diduga yang bersangkutan mendapat keuntungan terkait penerbitan paspor kepada PMI.
"Tentunya ada imbalan karena sudah membuat itu," terangnya.
Sekadar diketahui terdapat 94 korban dalam kasus TPPO tersebut. Para korban ini berasal dari berbagai Kabupaten dan Kota di Sulsel.
Selain itu terdapat korban yang berasal dari Polmas Sulawesi Barat.
"Para korban ini berasal dari daerah Bulukumba, Sinjai, Gowa, Jeneponto, Bone dan Polmas," kata Kombes Jamaluddin.
Sebelumnya, Ketua Satgas TPPO Polda Sulsel, Brigjen CH Patoppoi mengungkapkan kasus ini menjadi atensi dari Kapolri.
Menanggapi hal itu, pihaknya langsung melakukan rapat koordinasi dengan mengundang stakeholder seperti pihak Imigrasi, Dinas Ketenagakerjaan, Pelindo hingga Angkasa Pura untuk membahas tentang PMI.
Sumber.(Jpnn/Red)














