-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Miris! Revitalisasi SDN Bayureja Ratusan Juta Diduga Dikerjakan Asal‑Jadi, Kepala Sekolah Nanang Sulit Ditemui

Senin, November 02, 2026 | November 02, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-11-02T09:32:01Z

 


MAJALENGKA || Jejakinvestigasi.id, 02 November 2026 — Proyek revitalisasi tiga ruang kelas SD Negeri Bayureja, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka yang dibiayai dana DAK Fisik Pendidikan senilai ratusan juta rupiah menuai sorotan tajam dari masyarakat setempat. Pantauan tim di lapangan mengemukakan dugaan pengerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis yang telah ditetapkan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Juknis DAK Pendidikan.

 

Berdasarkan temuan di lokasi, material yang terpasang diduga tidak memenuhi standar SNI, di antaranya genteng yang sebagian terlihat bekas pakai, plafon, bahan pasir, serta dinding yang mulai berpotensi retak. Pemasangan konstruksi juga dinilai tidak rapi dan kurang teliti.

 



“Kalau bahan material bangunan tidak SNI dan barang murahan dipasang, bangunan ini tidak akan bertahan lama. Ini untuk anak‑anak sekolah, bukan untuk kandang ayam. Ini jelas merugikan negara dan membahayakan siswa, itu terlihat adanya genteng bekas yang dipasang,” ujar salah satu warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, saat ditemui Sabtu (31/10/2026).

 

Selain masalah kualitas fisik proyek, warga juga menyampaikan dugaan kurangnya penerapan keselamatan kerja di lokasi. Para pekerja pada tahap pengerjaan sebelumnya terlihat banyak yang tidak menggunakan perlengkapan APD sesuai ketentuan. Warga juga menilai pelaksanaan proyek kurang transparan, serta menyatakan Kepala Sekolah SDN Bayureja Nanang yang berasal dari wilayah Indrakila jarang berkomunikasi dengan warga maupun pihak desa terkait progres pekerjaan.

 

Saat tim Jejakinvestigasi.id berusaha melakukan konfirmasi kepada Kepala Sekolah Nanang melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp, nomor yang terdaftar dinyatakan tidak aktif dan belum ada tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

 

Tim redaksi telah berupaya menghubungi pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka untuk meminta penjelasan terkait pemeriksaan kualitas proyek dan keterbukaan informasi, namun hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan resmi. Redaksi tetap membuka ruang klarifikasi bagi pihak pelaksana proyek, kepala sekolah, maupun instansi terkait guna menyampaikan sisi lain informasi sebelum proses pemeriksaan lebih lanjut dilaksanakan.

 

Catatan Redaksi: Berita ini mengemukakan dugaan berdasarkan pantauan lapangan dan keterangan warga, belum merupakan kesimpulan hasil penyelidikan resmi dari instansi berwenang.


×
Berita Terbaru Update