Notification

×

Iklan

Iklan

Swasembada Beras vs Impor 1000 Ton

Kamis, Maret 05, 2026 | Maret 05, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-03-05T08:29:57Z

 

Oleh Prof. Dr. Ir. Ika Djatnika, MS

Akademisi dan Pengamat Pertanian


Jejakinvestigasi.id || Jakarta - Tahun 2025 Presiden Prabowo mengikrarkan bahwa Indonesia akan swasembada beras. Semua elemen dan kekuatan di negri kita dikerahkan, terutama Kementan yang bertanggung jawab tentang produksi pertanian. Alhasil di akhir tahun 2025, produksi beras meningkat sekitar 13,36% dibandingkan dengan tahun 2024. Ini capaian yang perlu diapresiasi. Bahkan NTP (Nilai Tukar Petani) pada Februari 2026 meningkat sebesar 1,5%.


Namun, tiba-tiba Pak Prabowo bersepakat dengan pemerintah AS untuk mengimpor beras sebanyak 1000 ton. Apakah ini suatu kekhawatiran AS berasnya tidak bisa diserap negara pengimpornya? Karena menurut laporan Dewan Pangan Dunia, harga beras tahun 2026 turun drastis mencapai 42%?? Katanya ini salah satunya akibat Indonesia tidak mengimpor beras. 


Suatu tanda-tanya besar bagi penulis, apakah kita mengimpor besar 1000 ton dari AS, karena data produksi beras kita tidak akurat, dengan kata lain benarkah data yang disajikan BPS selama ini? Ataukah supaya ekspor komoditi kita lainnya bisa mengalir dengan lancar ke AS? 


Memang kebijakan yang cukup ironis, karena kalau benar-benar kita mengimpor beras sejumlah itu, maka NTP kita mau tidak mau akan turun drastis. Akibatnya, semangat petani menanam padi akan turun juga. Mungkin untuk menggairahkan petani, Direktur Bulog (Kompascom, 5/3/26) diberikan tugas mengekspor beras 1000 ton, tapi ke negara mana kalau harga kita kalah bersaing dengan negara pengekspor lainnya?! 



(Red/ASH)


×
Berita Terbaru Update