![]() |
| Pesawat latih ringan jatuh Minggu 3 Agustus Sekitar pukul 09.30 WIB tadi pagi. |
Jejakinvestigasi.id || BOGOR - Insiden tragis terjadi Kabupaten Bogor menyusul sebuah pesawat latih ringan dengan nomor sayap GT500/PK 126 jatuh area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung Astana, tepatnya di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Minggu (3/8/2025) sekitar pukul 09.30.
Pesawat yang tengah melakukan latihan penerbangan itu mengangkut dua orang, yaitu seorang warga sipil dan seorang instruktur dari unsur militer.
Salah satu korban meninggal dunia di tempat, diduga Marsekal Madya (Marsma) Fajar Adrianto, sedangkan Co.Pilot, Roni saat terjatuh kondisinya luka berat dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit Hasan Toto Atang Sanjaya, Kemang, Bogor.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun dan dari keterangan sejumlah warga sekitar, saat itu tengah berada tak jauh dari lokasi kejadian melihat pesawat sempat menunjukkan manuver tidak biasa di udara.
“Dari bawah sudah kelihatan miring, kayak kehilangan kendali. Terus tiba-tiba jatuh di pemakaman,” tutur Muslim (45) seorang saksi mata.
Kondisi di lokasi sempat panik. Sejumlah warga langsung berlarian ke area jatuhnya pesawat yang menghantam sisi timur pemakaman. Api tidak terlihat, namun bagian pesawat tampak ringsek parah.
Dari informasi sementara yang tersebar menyebutkan bahwa pesawat latih tersebut berasal dari Lanud Atang Sanjaya dan tengah menjalani sesi latihan rutin. Pihak TNI AU dan aparat Kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan area dan melakukan olah tempat kejadian perkara.
Pihak militer disebut masih melakukan investigasi awal dan mengumpulkan data di lapangan.
Kejadian ini langsung mengundang perhatian warga. Puluhan orang memadati area TPU untuk melihat dari dekat lokasi jatuhnya pesawat. Namun petugas keamanan langsung membatasi akses demi kelancaran proses evakuasi dan investigasi.
“Kami diminta menjauh, katanya takut ada bahan bakar yang bocor atau hal lainnya,” ujar Gunawan, warga setempat yang datang tak lama setelah pesawat jatuh.
Kondisi fisik pesawat mengalami kerusakan cukup parah, terutama di bagian sayap dan badan pesawat. Evakuasi bangkai pesawat dan penanganan korban dilakukan dengan cepat oleh tim gabungan TNI AU, Basarnas, dan Kepolisian Bogor.
Belum diketahui apakah faktor cuaca, teknis pesawat, atau human error menjadi penyebab utama kecelakaan. Sementara itu, keluarga korban masih menunggu informasi lebih lanjut di rumah sakit.
Sementara itu, TNI AU membenarkan ada korban jiwa dalam peristiwa jatuhnya pesawat latih milik FASI (Federasi Aerosport Seluruh Indonesia) di kawasan Ciampea, Bogortersebut. Korban tewas merupakan mantan Kadispen AU Marsma TNI Fajar Adrianto.
"Satu gugur atas nama Marsma TNI Fajar Adrianto," kata Kadispen AU Marsekal Pertama (Marsma) TNI I Nyoman Suadnyana, Minggu (3/8/2025).
"Ya betul, mantan Kadispen. Beliau memang aktif terbang di FASI," imbuhnya.
Sementara itu, satu korban lainnya mengalami luka berat. Korban masih menjalani perawatan intensif.
"Satu korban lagi pilotnya, Pak Roni, masih dirawat luka berat sampai saat ini masih pemulihan sudah ditangani," imbuhnya.**















