Notification

×

Iklan

Iklan

LPI TIPIKOR Merasa Dirugikan Oleh Ketua PGRI, Pendidikan Kabupaten Cirebon Siap-Siap Cemas

Jumat, Agustus 02, 2024 | Agustus 02, 2024 WIB | 0 Views Last Updated 2024-08-02T14:07:54Z

 


Media Jejakinvestigasi.id |

Kabupaten Cirebon, - Sepertinya pihak PGRI dan Lembaga Pemantau Independen (LPI) TIPIKOR akan memanas kedepannya. Pasalnya, pihak LPI TIPIKOR merasa dirugikan oleh ketua PGRI Kabupaten Cirebon, Hj. Yeyet. Alih-alih ingin bekerjasama namun pihak LPI TIPIKOR merasa dihianati oleh prilaku ketua PGRI ini.


Diceritakan oleh LPI TIPIKOR, pihaknya ingin menjalin sebuah kemitraan yang baik dengan pihak sekolah yang berada di Kabupaten Cirebon, khususnya dengan SMP/SD, namun pihaknya merasa diciderai oleh Hj. Yeyet selaku ketua PGRI. 


"Kalau seperti ini apa boleh buat dari pihak kami akan membongkar satu persatu dugaan kebusukan pihak sekolah," tegas LPI TIPIKOR.


Karena pihaknya  merasa dirugikan dalam Kerjasama pengadaan kalender pendidikan untuk disalurkan kepada pihak sekolah.  


Yang menjadi aneh, pihak LPI TIPIKOR hanya memesan barang berupa kalender pendidikan kepada Hj. Yeyet selaku ketua PGRI yang mana secara lisan kita sudah sepakat dengan harga 25 ribu perlembar, namun jumlah belum kita pesan tapi kalender itu sudah dicetak untuk seluruh SD dan anehnya lagi kalender itu sudah dikirim kesetiap sekolah dasar (SD) tanpa sepengetahuan.


Hal yang sangat jelas merugikan, sangat jelas ketua PGRI ini menyerobot ide, gagasan dan pekerjaan LPI TIPIKOR. ditambah lagi ketua PGRI ini sudah menjual dan menentukan harga kepada setiap sekolah sebesar 80 ribu perlembar tanpa sepengetahuan dan lebih buruknya lagi hasil dari penjualan kalender itu LPI TIPIKOR tidak pernah menerima keuntungan yang harusnya sebesar 52 ribu perlembar dikali kurang lebih 850 lembar.


"Ketua PGRI ini harusnya menjadi contoh yang baik apalagi Hj. Yeyet ini selaku ketua PGRI Kabupaten harusnya ahlaknya itu diatas para guru yang lain, bukan sebaliknya memberikan contoh yang buruk bagi para guru di Kabupaten Cirebon dan masyarakat luas.


Dan kami juga sedang mengumpulkan  bukti-bukti. Karena informasi yang  berkembang penjualan kalender pendidikan ini pihak sekolah merasa tidak memesan namum tiba-tiba ada di kantor korwil dan  harus segera membayarnya. 


Dan kami juga menemukan dugaan bahwa hasil penjualan kalender ini ada  bagi-bagi hasil. Maka jika hal itu benar, maka komitmen LPI TIPIKOR tak segan akan melaporkan hal dugaan itu dan melaporkan dugaan kebusukan beberapa sekolah kepada unit TIPIKOR Jabar," Tegasnya. (*)


×
Berita Terbaru Update