Jejakinvestigasi.id | Subang – Vakum selama tiga tahun karena Covid-19, hari ini Pemkab Subang menggelar pawai Alegoris sekaligus pemecahan rekor Sisingaan terbanyak. Acara tersebut diikuti kontingen dari 30 Kecamatan yang membawa dongdang ikonik khas daerah masing-masing dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Kabupaten Subang menampilkan mobil hias.
Pada kesempatan tersebut juga diarak lebih dari 300 Sisingaan. Bupati Ruhimat, Forkopimda dan Wali Kota Gimcheon beserta rombongannya turut diarak dari garis start di tugu lampu satu hingga panggung kehormatan di depan Mesjid Agung Subang.
Sementara itu, Kang Jimat dalam sambutannya menyampaikan bahwa tiga tahun terakhir, Kabupaten Subang melaksanakan HUT dengan sederhana karena adanya covid19. Namun saat ini, setelah status PPKM di cabut, dan Covid19 melandai, HUT Subang dapat dilaksanakan dengan semarak.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melaksanakan (HUT Subang) dengan semarak dan penuh sukacita,” ujarnya.
Kang Jimat juga menjelaskan, bahwa Pekan Kebudayaan yang dilaksanakan bertujuan untuk memeriahkan hari ulang tahun ke-75 Kabupaten Subang dengan melestarikan kebudayaan yang ada di Kabupaten Subang agar bisa terus dikenal dan dijaga oleh masyarakat
“Budaya adalah jati diri, identitas bangsa, serta nilai-nilai luhur yang harus dijunjung,” katanya.
Kang Jimat berharap, kegiatan yang kini dilaksanakan, dapat memberikan efek positif terhadap roda perekonomian masyarakat melalui kreativitas dalam menciptakan produk-produk ekonomi kreatif dan menjadi cikal bakal tujuan wisata ke Kabupaten Subang.
Pada kesempatan tersebut, Kang Jimat dan Kang Akur juga membuka secara simbolis Pekan Kebudayaan Kabupaten Subang sekaligus meresmikan Muatan Lokal Sisingaan untuk Pendidikan Sekolah Dasar dengan melepas Kayon dan diserahkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Subang Tatang Komara, S.Pd., M.Si.***
Liputan:
Kepala Biro Subang
(Novian Maulana/Obet)














