Jejakinvestigasi.id | Majalengka - Ada istilah kata, "Tidak akan ada asap, Kalau tidak ada api" yang pengertiannya "Tidak akan ada akibat jika tanpa sebab".
Mungkin pribahasa ini cocok untuk mengisyaratkan situasi yang terjadi di lingkungan pemerintahan desa Girimukti, kecamatan Kasokandel, kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Yang berarti sekarang ini situasi yang terjadi di lingkungan pemerintahan desa Girimukti diduga kuat sedang tidak baik baik saja.
Menindaklanjuti pemberitaan edisi sebelumnya yang terbit di beberapa media membahas terkait pemasangan Spanduk APBDes desa Girimukti di tahun 2022 dengan keterangan global saja tanpa ada keterangan perincian secara jelas, dilanjut Kades Girimukti minta maaf dan siap jawab konfirmasi melalui surat tertulis atau email dalam jangka waktu paling lama seminggu dilanjut dengan pemberitaan Di Kantor Desa tidak ada daftar penerima BLT DD, Pemdes Girimukti diduga menyembunyikan permasalahan dan akhirnya melalui chatting WhatsApp Pemdes Girimukti mengirimkan daftar penerima BLT DD tertanggal 01 Agustus 2022 dan juga dilanjut saat ditanya soal pagu anggaran dan Volume pekerjaan Hotmix jalan, Kades Girimukti seperti tidak terima dan akhirnya marah marah.
Dan kini awak media mendapatkan informasi lanjutan terkait dugaan permasalahan yang ada di Pemdes Girimukti, yakni pelaksanaan hotmik jalan gang lingkungan Desa, diduga tidak transparan dan dituding tidak sesuai spesifikasi diduga kuat terjadi praktek Korupsi.
Awal permasalahan ini terkuak saat beberapa awak media online melakukan Investigasi terkait pembangunan penghotmikan jalan gang yang ada di wilayah desa Girimukti.
Akan tetapi, setelah tim awak media melakukan investigasi ke lokasi pembangunan hotmix jalan blok kemuningsari Desa Girimukti, tepatnya pada Hari Minggu tanggal 10/07/22, tim awak media tidak menemukan papan informasi kegiatan dari pembangunan tersebut dan berdasarkan informasi dari beberapa sumber bahwa pekerjaan tersebut dinilai tidak sesuai spesifikasi dikarenakan ada sebagian hotmik yang gampang mengelupas.
"Saat pelaksanaan proyek hotmik blok Kamuningsari, kami tidak tau berapa dan darimana anggaran untuk pekerjaan hotmik tersebut, karena sekarang di lokasi papan proyek tidak ada, namun seingat kami saat pelaksanaan pekerjaan papan proyek pernah dipasang namun cuma saat pelaksanaan saja dan setelah pekerjaan selesai papan proyek langsung diambil kembali" jelas beberapa sumber saat diwawancarai oleh awak media.
Juga sumber menambahkan, "Saat kami coba cek hasil pekerjaannya seperti asal jadi saja, karena saat diraba hotmiknya gampang ngelupas dan saat diremas oleh tangan gampang hancur dan gembur seperti kurang kadar perekat.
Baca Juga : Ditanya Soal Pagu Anggaran dan Volume Pekerjaan Hotmix Jalan, Kades Girimukti Marah Marah
Selaku warga, kami heran dan ingin bertanya. Apakah pekerjaan hotmik tersebut sudah sesuai aturan spesifikasi proyek pekerjaan hotmik. Dan apakah layak saat diraba hotmiknya gampang ngelupas dan gembur?
Kami ingin pihak yang berwenang segera mengambil tindakan tegas apabila disini ada pelanggaran hukum" tambah warga bertanya tanya.
Kamis 29/07/22 Thania W N selaku Kaur Keuangan menambahkan melalui chatting WhatsApp nomor 0813-2135-xxxx.
"Kami pemerintahan desa Girimukti selama ini terus berjalan beriringan dengan para tokoh masyarakat di Girimukti dan Insyaallah, kami pemerintahan Desa Girimukti berusaha semaksimal mungkin untuk melaksanakan sesuai aturan dan RAB yang berlaku.
Pembangunan dari Dana Desa dipergunakan Untuk sarana olahraha Lapang Volly, Hotmix Jalan Desa, dan Insfratruktur Ketahanan Pangan.
Untuk Pembelanjaan Material kami menggunakan penyedia barang dan jasa atau bentuk CV, Pekerja atau kepala kuli yang ditunjuk untuk menerima transfer upah kerja adalah TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) Desa Girimukti.
Baca Juga : Di Kantor Desa Tidak ada Daftar Penerima BLT DD, Pemdes Girimukti Diduga Kuat Menyembunyikan Permasalahan.
Anggaran pekerjaan Hotmik jalan blok Kamuningsari sebesar 216.110.000 dari Program Dana Desa, Pemerintah Desa Girimukti sudah semaksimal mungkin untuk pengerjaan sesuai aturan, apabila hotmixnya saat diambil gampang mengelupas itu mungkin ada beberapa faktor, seperti cuaca atau hotmix yg baru saja dilaksanakan.
Kami sadar terkait aturan yang berlaku di Negara kita ini. Kami Mohon Maaf sebesar besarnya apabila jawaban kami kurang berkenan di depan publik ini .
Kepala Desa Girimukti, Maman Suparman" jawaban sesuai chatting WhatsApp.
Baca Juga : Sudah Beroperasi Lama Pabrik Krupuk Milik (IY) Warga Desa Karayunan Diduga Belum Memiliki Ijin Usaha
Untuk pembaca yang bijak, mengulas pemberitaan yang kami publikasikan sampai beberapa episode kami persembahkan pada pemirsa sebagai bukti kinerja kami sebagai pihak jurnalis untuk mengupas tuntas dari bahan informasi dari beberapa sumber.
Adapun asumsi dari pemberitaan ini kami serahkan kepada pemirsa untuk menilai dan selaku pihak jurnalis kami mengedepankan azas praduga tak bersalah tentunya untuk pembuktian kebenaran hanyalah pihak yang berwenang yang bisa membuktikan salah ataupun benar nanti di hadapan pengadilan.(Red/Hdr)*











